APA PISA ITU? Dampaknya Untuk Pendidikan Indonesia

Posted on
Pengetian survei PISA
Pengetian survei PISA

APA PISA ITU? Pengetian dan Dampaknya Untuk Pendidikan Indonesia. PISA (Programme for International Students Assessment) atau Program Penilaian Siswa Internasional adalah sebuah studi yang dilakukan untuk menghasilkan data tentang kebijakan pendidikan dan hasilnya di seluruh negara. Tes ini diprakarsai oleh Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), sebuah organisasi ekonomi antar pemerintah dengan 36 negara anggota, yang dimulai pada tahun 2000. OECD melakukan tes yang mengevaluasi anak berusia 15 tahun di negara-negara anggota dan non-anggota untuk menilai kualitas dan inklusivitas sistem sekolah di negara-negara yang ikut. Tes PISA diadakan setiap tiga tahun dan tes berikutnya akan diadakan pada 2021. Hasil tes PISA 2018 baru saja dikeluarkan dan ternyata hasil siswa kita lebih buruk daripada tahun-tahun sebelumnya. APA PISA ITU? Pengetian dan Dampaknya Untuk Pendidikan Indonesia

SIAPA YANG MENGUJI?

Tes ini dirancang oleh para pakar pendidikan dari seluruh dunia. Hingga saat ini, para ahli dari lebih dari delapan puluh negara telah berkontribusi dalam menyusun pertanyaan tes, kebanyakan dari negara-negara yang telah berpartisipasi dalam tes.

APA YANG DIBUTUHKAN OLEH TES INI?

Tidak seperti tes dan ujian konvensional, tes PISA tidak menilai siswa berdasarkan kemampuan mereka mengingat data dan fakta. Tes PISA mencoba untuk mengevaluasi bagaimana siswa dapat menerapkan pengetahuan yang telah mereka peroleh melalui pendidikan dasar dan menengah. Jadi yang diuji adalah aplikasinya. Ada tiga kemampuan aplikatif yang diuji, yaitu : Membaca, Matematika, dan Sains. Sejak 2015 tes ini juga mencakup bagian opsional pada mata pelajaran yang inovatif seperti pemecahan masalah kolaboratif dan literasi keuangan. Tes PISA ini menguji apakah siswa dapat memecahkan masalah matematika atau menjelaskan fenomena melalui pemikiran ilmiah atau interpretasi teks. Tes diambil dalam bahasa pengantar yang akrab dengan siswa. Jadi di Indonesia juga menggunakan bahasa Indonesia.

NEGARA MANA SAJA YANG IKUT?

Tidak ada aturan yang mewajibkan siapa dan negara mana saja yang dapat mendaftar untuk mengikuti tes dan siapa yang tidak. Kepesertaan tes PISA ini sukarela. Negara-negara secara sukarela mengikuti tes dan boleh berhenti dan ikut kapan saja. Sebagai contoh, negara India ikut dalam Tes PISA 2009 dan tidak ikut lagi setelahnya. India merencanakan untuk ikut lagi pada PISA 2021 nanti dan telah mempersiapkan dua daerahnya untuk ikut tes PISA 2021 nanti.

Dalam sebuah negara seringkali tidak mungkin mengikutkan semua anak berusia 15 tahun untuk ikut tes ini. Dalam hal ini sebuah negara bisa melakukan tes secara terbatas atau mengikutkan daerah tertentu saja tanpa harus mengikutkan semua daerah (jadi mungkin Indonesia bisa hanya mendaftarkan siswa DKI Jakarta dan DIY Jogya saja agar hasil nilai tes PISA-nya terdongkrak.) 😀 Di wilayah yang telah ditetapkan tersebut, masing-masing sekolah yang disetujui oleh dewan pengurus PISA akan dievaluasi menggunakan kriteria yang ketat. Sekolah-sekolah ini nantinya akan dianggap mewakili sistem pendidikan negara tersebut.

APA TUJUAN DARI TES INI?

Tujuan dari tes ini sebenarnya bukan untuk membuat peringkat negara-negara yang secara sukarela berpartisipasi dalam evaluasi ini. Tes ini bertujuan untuk memberikan analisis yang komprehensif tentang bagaimana sistem pendidikan mampu mempersiapkan siswanya untuk masuk ke pendidikan tinggi dan kemudian untuk memdapatkan pekerjaan. Setelah mengumpulkan hasil dari seluruh dunia, para ahli menerjemahkan hasil ini menjadi poin data yang bisa dievaluasi untuk menilai negara.

Jika skor suatu negara baik, itu menunjukkan bahwa tidak hanya negara tersebut memiliki sistem pendidikan yang efektif tetapi juga inklusif, di mana siswa dari latar belakang istimewa dan kurang mampu berkinerja sama baiknya. Selanjutnya, tes ini mengevaluasi apakah sistem pendidikan di negara-negara ini mengajarkan siswa keterampilan sosial dan masyarakat yang memadai, yang akan memungkinkan siswa untuk unggul secara holistik sebagai tenaga kerja. OECD juga berharap bahwa tes ini akan memungkinkan negara-negara untuk belajar satu sama lain tentang kebijakan pendidikan yang efektif dan meningkatkan sistem mereka sendiri, menggunakan yang lain sebagai contoh.

APA DAMPAK PISA?

Di dunia di mana internet telah menjadi sumber belajar, pergeseran menuju sistem pendidikan berbasis kompetensi menjadi sangat penting. Orang tidak lagi dihargai berdasarkan pemanfaatan pengetahuannya belaka. Sulit untuk memberikan pendidikan berbasis kompetensi di ruang kelas karena pendidikan berbasis kompetensi itu membutuhkan pola belajar dan mengajar yang sangat berbeda. PISA akan membantu negara anggotanya memahami berbagai cara belajar dan mendukung reformasi atau perubahan pendidikan yang mungkin sulit dilakukan.

Semoga menambah pengetahuan Anda tentang APA PISA ITU? Pengetian dan Dampaknya Untuk Pendidikan Indonesia………